-->
A Blog to Remember : Indah Shalie

Pages

  • Home
Showing posts with label ipm. Show all posts
Showing posts with label ipm. Show all posts

Friday, January 27, 2012

Cooperative Learning TGT !!

TGT merupakan tipe belajar kooperatif yang dihasilkan dari pengembangan tipe STAD, dimana siswa belajar dalam kelompak kelompok kecil dengan komponen utama berupa prestasi kelas, diskusi tim, kuis, skor kemajuan individual, dan rekognisi tim. Sedangkan yang jadi pembeda dari kedua tipe ini adalah adanya game game akademik pada tipe TGT.
 

Komponen TGT :
1.    Prestasi kelas
2.    TIM
3.    Game
4.    Turnamen
 

SINTAKMATIK
Rohedi, dkk (2010) menuliskan bahwa, menurut slavin TGT memiliki 5 lagkah tahapan :
1.    Tahap penyajian kelas
2.    Belajar dalam kelompok
3.    Permainan
4.    Pertandingan
5.    Penghargaan dalam kelompok
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 2:10 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Coperative Learning NHT (Numbering Head Together)

Yang menonjol dalam NHT adalah membentuk peserta didik belajar dalam kelompok kelompok kecil. Ciri khas NHT adalah guru hanya menunjuk seorang peserta didik dengan menyebutkan salah satu nomor yang mewakili kelompoknya untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Sehingga  masing-masing anggota kelompok harus paham dengan hasil kerja kelompoknya.

SINTAKMATIK

1. Penomoran (Numbering)
guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dan memberi nomor sehingga tiap siswa dalam kelompok tersebut nomornya berbeda.
2. Pengajuan Pertanyaan (Questioning)
guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mulai yang spesifik hingga yang bersifat umum.
3. Berpikir Bersama (Head Together)
siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap anggota dalam timnya telah mengetahui jawaban tersebut.
4. Pemberian Jawaban (Answering)
guru memanggil satu nomor tertentu kemudian siswa dari tiap kelompok dengan nomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh siswa dalam kelas itu.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 1:59 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Pembelajaran Multimedia

Multimedia merupakan salah satu bentuk teknologi komputer yang saat ini banyak digunakan dalam bidang pendidikan. Mulmedia mencakup berbagai media dalam satu perangkat lunak (software).
 

Elemen – elemen multimedia yang menggabungkan beberapa komponen seperti warna, teks, animasi, gambar/grafik, suara dan video sangat menunjang dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang berbeda. Konsep multi media menurut Mayer (dalam Rahayu, jurnal Pendidikan dan Budaya) meliputi 3 Level yaitu :
1.    Level teknis yang berkaitan dengan alat – alat teknik. alat – alat ini dapat dianggap sebagai kendaraan pengangkut tanda – tanda (signs).
2.    Level semiotik yang berkaitan dengan bentuk representasi yaitu teks gambar atau grafik, bentuk ini dapat dianggap sebagai tanda (type of signs)
3.    Level sensorik yaitu berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs)
 

Gardner (dalam Rahayu, jurnal Pendidikan dan Budaya) mengemukakan bahwa kemampuan memproses informasi itu dalam bentuk tujuh kecerdasan, yaitu :
1.    Logis – Matematis
2.    Spasila
3.    Linguistik
4.    Kinestetik – keperagaan
5.    Musik
6.    Interpersonal
7.    Inrapersonal
 

SINTAKMATIK
a.    Tahap Orientasi
•    Menghadirkan topik secara umum dari multimedia interaktif dan konsep yang akan disajikan pada multimedia interaktif.
•    Menjelaskan aturan atau aktifitas peserta saat bernvfigasi.
•    Memberi sedikit penjelasan mengenai isi multimedia interaktif.
b.    Tahap persiapan pelatihan
•    Mengatur skenario (aturan main, peran yang diharapkan, prosedur kerja, penilaian dan tujuan)
•    Menentukan peran yang diharapkan saat pembelajaran berlangsung.
c.    Tahap pengoperasian Simulasi
•    Melaksanakan proses pembelajaran
•    Memberi umpan balik dan evaluasi
•    Mengklarifikasi miskonsepsi pada peserta
d.    Tahap penguatan atau Pendalaman peserta
•    Membuat kesimpulan dari aktifitas dan persepsi peserta
•    menghimpun kesulitan peserta
 

Kelebihan :
1.    Sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif
2.    Mampu memberikan rasa senang dalam pembelajaran berlangsung, sehingga akan menambah motivasi belajar siswa.
3.    Mampu memvisualisasikan materi yang abstrak.
4.    Media penyimpanan yang relatif gampang dan fleksibel
5.    Menampilkan objek yang terlalu besar pada kelas
6.    Menampilkan objek yang tidak dapat dilihat langsung.
 

Kekurangan :
1.    Biaya relatif mahal untuk tahap awal.
2.    Kemampuan SDM dalam penggunaan multimedia masih perlu ditingkatkan.
3.    Belum memadainya perhatian dari pemerintah
4.    Belum memadainya infrastruktur untuk daerah tertentu.

Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 1:41 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berdasarkan Masalah adalah suatu model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru. Dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah , pemecahan masalah didefinisikan sebagai proses atau upaya untuk mendapatkan suatu penyelesaian tugas atau situasi yang benar benar nyata sebagai masalah dengan menggunakan aturan – aturan yang sudah diketahui. 
Jadi model ini lebih memfokuskan pada masalah kehidupan nyata yang bermakna bagi siswa.
 

SINTAKMATIK : Ada 5 langkah utama (Widyastuti Akhmadan) yaitu :

Tahap – 1
Orientasi siswa pada  masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah, memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah yang dipilih.
Tahap – 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar

Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisaasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Tahap – 3
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
Tahap – 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
Tahap – 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses – proses yang mereka gunakan.

Kelebihan
1.    Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi bacaan.
2.    Dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
3.    Membantu siswa bagaimana bagaimana mentransfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan siswa
4.    Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
5.    Pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa.
6.    Memberikan kesempatan pada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
7.    Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar, sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
 

Kekurangan
1.    Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan mearasaenggan untuk mencoba.
2.    Keberhasilan strategi pembelajaran berbasis masalah membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3.    Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka meraka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 1:38 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Cooperative Learning TAI !!

Pengertian TAI (Team assisted Individualization)
Model pembelajaran kooperatif tipe TAI merupakan model pembelajaran yang membentuk kelompok kecil yang heterogen dengan latar belakang cara berfikir yang berbeda untuk saling membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bantuan (Suyitno,2002:9). Dalam model ini, diterapkan bimbingan antar teman yaitu siswa yang pandai
bertanggung jawab terhadap siswa yang lemah. Disamping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok kecil. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

1. Dasar Pemikiran TAI

Dasar pemikirannya adalah untuk mengadaptasi pengajaran terhadap perbedaan individual yang berkaitan dengan kemampuan siswa maupun pencapaian prestasi siswa. Dasar pemikiran dibalik individual pengajaran pelajaran matematika adalah bahwa para siswa memasuki kelas dengan pengetahuan, kemampuan, motivasi yang sangat beragam. Ketika gurubmenyampaikan sebuah pelajaran kepada bermacam – macam kelompok, besar kemungkinan ada sebagian siswa yang tidak memiliki syarat kemampuan untuk mempelajari pelajaran tersebut, dan akan gagal memperoleh manfaat dari metode tersebut.

Jelas bahwa mengajar sebuah pelajaran pada satu taraf kemampuan kemampuan pada kelas yang hetrogen menimbulkan inefisiensi tertentudalam penggunaan waktu mengajar. Dalam teorinya, efisiensi pengajaran maksimum seharusnya bisa dicapai apabila materi yang di sampaikan kepada para siswa dapat mengasimilasi informasi.

Akan tetapi, hampir semua siswa belajar dalam kelompok – kelompok kelas, dan bukan dalam sesi – sesi pengajaran individual. Individualisasi dalam pengajaran di kelas menuntut biaya yang yang terkait dengan efisiensi pengajaran yang mungkin setara ataupun bisa menurunkan efisiensi yang di sebabkan oleh penggunaan pengajaran satu tingkat atau satu taraf kemampuan. Misalnya, pengajaran yang terprogram untuk memberikan pengajaran yang terindividualisasi sempurna, member kesempatan siswa untuk berkembang taraf kemampuan mereka sendiri. Tetapi, pengajaran terprogram seperti ini tidak dapat menghindari berkurangnya waktu bagi guru untuk memberikan kegiatan pengajaran langsung dan meningkatnya jumlah waktu yang di perlukan siswa untuk melakukan di kursinya masing – masing.

Tinjuan terhadap penilitian mengenai pengajaran individual dalam pelajarn matematika secara seragam menyimpulkan bahwa pengajaran individual, tidak lebih efektif dibandingkan dengan metode – metode tradisional dalam hal meningkatkan pencapain kemampuan para siswa. Dengan munculnya biaya dan kesulitan dalam mengimplemantasikan pengajaran individual, orang mungkin akan argumentasi bahwa pendekatan ini harusnya dihapuskan, karena tidak bisa berjalan dan tidak efektif.

Matematika TAI diprakarsai sebagai usaha merancang sebuah bentuk pengajaran individual yang bisa menyelesaikan masalah – masalah yang membuat metode pengajaran individual menjadi tidak efektif. Dengan membuat para siswa bekerja dalam tim – tim pembelajaran kooperatif dan menambahmengemban tanggung jawab mengelola dan memeriksa secara rutin, saling membantu satu sama lain dalam menghadapi masalah, dan saling member dorongan untuk maju, maka guru dapat membebaskan diri mereka dari memberikan pengajaran langsung kepada sekelompok kecil siswa yang homogeny yang berasal dari tim – tim yang hetrogen. Minggu – minggu pertama melaksanakan TAI sangat penting untuk mengatur warna program.

TAI dirancang untuk memuaskan kreteria berikut ini untuk menyelesaikan masalah – masalah teoritis dan praktis dari sistem pengajaran individual.
 Dapat meminimalisir keterlibatan guru dalam pemeriksaan dan pengelolaan rutin.
 Guru setidaknya akan menghabiskan separuh dari waktunya untuk mengajar kelompok – kelompok kecil.
 Operasional program tersebut akan sedemikian sederhananya sehingga para siswa di kelas tiga keatas bisa melakukannya.
 Para siswa akan termotivasi untuk mempelajari materi – materi yang diberikan dengan cepat dan akurat.
 Tersediannya banyak cara pengecekan penguasaan supaya para siswa jarang menghabiskan waktu mempelajari kembali materi yang sudah mereka kuasai.
 Para siswa akan dapat melakukan pengecekan satu sama lain, sekalipun bila siswa yang dicek dalam rangkaian pengajaran.
 Programnya mudah dipelajari baik oleh guru maupun siswa, tidak mahal, fleksibel, dan tidak membutuhkan tambahan guru ataupun tim guru.
 Dengan membuat para siswa bekerja dalamkelompok – kelompok koopratif, dengan status yang sejajar.

Program TAI yang telah di kembangkan untuk memenuhi semua kreteria ini dalam satu kelas, mendapatkan revisi intensif, dikaji dalam dua skala penuh tapi singkat (delapan dan sepuluh minggu, secara berturut – turut), eksperimen di lapangan, dan selamjutnya dievaluasi dengan sukses dalam skala besar di lapangan.

2. Unsur – Unsur Program TAI

Model pembelajaran kooperatif tipe TAI memiliki 8 (delapan) komponen, yaitu
a. Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 6 siswa.
b. Placement test (penempatan tes), yakni pemberian pre-tes kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa dalam bidang matematiaka..
c. Student Creative (materi – materi kurikulum), melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Tiap unit mempunyai bagian – bagian sebagai berikut :
 Halaman panduan yang mengulang konsep – konsep yang telah di perkenalkan oleh guru dalam kelompok pengajaran.
 Beberapa halaman untuk latihan kemampuan, tiap halaman teridri dari enam belas masalah.
 Tes formatif – dua set yang paralel dari sepuluh soal.
 Lima belas soal tes unit.
 Halaman jawaban untuk halaman latihan kemampuan dan tes – tes dan formatif.
d. Team Study (belajar kelompok), yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya. Para siswa membentuk kelompok 2 atau 3 siswa dalam tim mereka untuk melakukan pengecekan.
e. Team Scores and Team Recognition (Skor Tim dan Rekognisi Tim), yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan criteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
f. Teaching Group (Kelompok Pengajaran), yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok. Setiap harinya guru memberikan pengajaran selama sekitar sepuluh sampai lima belas kepada dua atau tiga kelompok kecil siswa yang terdiri dari siswa – siswa dari tim yang berbeda yang tingkat penyampaian kurikulumnya sama.
g. Facts Test (Tes Fakta), yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa seperti fakta – fakta perkalian, dan pembagian.
h. Whole Class Units (Unit Seluruh Kelas), yaitu pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.

3. Langkah - Langkah TAI
1) Guru memberikan materi kepada siswa untuk mempelajari pembelajaran secara individual yang sudah di persiapkan oleh guru.
2) Guru memberikan kuis secara individual kepada siswa untuk mendapatkan skor dasar/awal.
3) Guru membentuk beberapa kelompok yang hetrogin, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.
4) Hasil belajar siswa secara individual didiskusikan dalam kelompok. Dalam diskusi setiap anggota saling memeriksa jawaban teman satu kelompok.
5) Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberi penegasan pada materi pembelajaran yang telah di pelajari.
6) Guru memberi kuis kepada siswa secara individual.
7) Guru memberi penghargaan pada kelompok berdasarkan peolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.

Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

1) Siswa yang lemah dapat terbantu dalam menyelesaikan masalah.
2) Siswa diajarkan bagaimana bekerjasama dalam suatu kelompok.
3) Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dalam keterampilannya.
4) Adanya rasa tanggung jawab dalm kelompok dalam menyelesaikan masalah.
5) Menghemat presentasi guru sehingga waktu pembelajaran lebih efektif

Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
1) Siswa yang kurang pandai secara tidak langsung akan menggantung pada siswa yang pandai.
2) Tidak ada persaingan antar kelompok.
3) Tidak semua materi dapat diterapkan pada metode ini
4) Pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru kurang baik maka proses pembelajarannya juga berjalan kurang baik.
5) Adanya anggota kelompok yang pasif dan tidak mau berusaha serta hanya mengandalkan teman sekelompoknya.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 1:26 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

PAIKEM !!

1. Pembelajaran Aktif
yaitu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik daripada berpusat pada guru. guru sebagai fasilitator. Untuk membuat siswa aktif maka harus ada "kegiatan". 
2. Pembelajaran Kratif
yaitu pembelajaran yang menstimulasi siswa untuk mengembangkan gagasannya dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada.
3. Pembelajaran Efektif
yaitu pembelajaran yang menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran  berlangsung seperti dicantumkan dalam tujuan pembelajaran.
4. Pembelajaran Menyenangkan
yaitu pembelajaran yang menciptakan suasana belajar dengan keadaan gembira.


Hal yang harus diperhatikan :
a. memahami sikap yang dimiliki siswa :
*rasa ingin tahu yang besar, keinginan untuk belajar, daya imaginasi tinggi.
b. mengenal anak secara perorangan.
c. memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar.
d. mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah.
e. mengembangkan ruang kelas menjadi lingkungan belajar yang menarik.
f. memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dan obyek belajar.
g. memberi umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar.
h. membedakan aktif fisik dan aktif mental.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 1:17 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Quantum Teaching

Kata Kuantum dapat dipahami sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi pancaran cahaya. dalam proses pembelajaran Kuantum dapat dimaknai sebagai interaksi yang terjadi dalam proses belajar yang dapat mengubah potensi yang ada dalam diri siswa menjadi cahaya (pengetahuan baru). Kuantum merupakan pengubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya. Jadi, model pembelajaran kuantum adalah suatu kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman daya ingat, serta belajar sebagai proses yang menyenangkan dan bermakna.

SINTAKMATIK :
*Tumbuhkan : tumbuhkan minat atau keingintahuan belajar AMBAK (Apa Manfaatnya BagiKu).
*Alami : memberikan siswa pengalaman belajar, menumbuhkan "kebutuhan untuk mengetahui".
*Namai : memberikan data yang tepat saat minat memuncak mengenalkan konsep-konsep pokok dari matei pelajaran.
*Demonstrasikan : memberi kesempatan bagi mereka untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru, sehingga mereka dapat menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi.
*Ulangi : merekatkan gambaran keseluruhannya.
*Rayakan : jika layak dipelajari, layak pula dibicarakan. Perayaan menambahkan motivasi belajar positif.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 12:57 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Konstruktivistik !!

Menurut konstruktivisme, pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong konyong. pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkonstruk pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata.

SINTAKMATIK :
*mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa, sehingga pengetahuan akan dikonstruk siswa secara bermakna.
*mengintegrasikan pembelajaran dengan situasi realistik dan relevan, sehingga siswa terlibat secara emosional dan sosial.
*menyediakan berbagai alternatif pengalaman belajar(pernyataan terbuka/menyediakan masalah).
*mendorong interaksi dan kerjasama dengan orang lain atau lingkungannya. Mendorong terjadinya konstruksi pengetahuan baru yang dipelajarinya.
*mendorong penggunaan berbagai representasi ide (dalam bentuk benda konkrit, gambar, simbol, bahasa).
*mendorong peningkatan kesadaran pengetahuan melalui refleksi diri.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 12:32 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Cooperative Learning Think Pair Share !!

Think Pair Share memiliki prosedur secara eksplisit dapat memberi siswa waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, saling membantu satu sama lain. Dengan cara ini siswa diharapkan mampu bekerja sama, saling membutuhkan, dan saling bergantung pada kelompok-kelompok kecil secara kooperatif.


Agar model TPS ini efektif, hendaknya siswa dilibatkan untuk mengamatan langsung agar berkembang daya kritisnya. Model ini memberi kesempatan siswa untuk berpikir yaitu bekerja sendiri sebelum bekerjasama dengan kelompoknya dan berbagi ide. Peningkatan kemampuan berpikir siswa akan meningkatkan hasil belajar atau prestasi belajar siswa dan kecakapan akademiknya.


SINTAKMATIK :
*Think (berpikir) :
guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berkembang dengan pelajaran kemudian siswa diminta memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.
*Pairing :
guru meminta siswa berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkan dalam tahap pertama.
*Share (berbagi pendapat berpasangan) :
guru menyuruh kepada pasangannya untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Ini efektif dilakukan dengan cara bergiliran pasangan sampai sekitar seperempat telah mendapat kesempatan.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 12:14 AM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

Thursday, January 26, 2012

Cooperative Learning JIGSAW !!

Dari sisi etimologi, Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yaitu gergaji ukir, dan ada juga yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle, yaitu sebuah teka teki yang menyusun potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model Jigsaw ini juga mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji (jigsaw), yaitu siswa melakukan sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama (Fadhly, 2009).

Salah satu bentuk dari model pembelajaran Kooperatif adalah Jigsaw, yang diprakarsai oleh Aronson, dkk. Aronson, Roeders (dalam Pow-Sang, 2006) menyatakan, Jigsaw terdiri dari pemecahan bahan atau materi ke beberapa bagian. Setiap siswa dalam kelompok Jigsaw harus melakukan salah satu dari bahan atau  materi tersebut, yang nantinya akan berakhir dengan integrasi dari semua anggota kelompok.

Selaras dengan Aronson, Yuzar (dalam Isjoni, 2009 : 78) menyatakan, dalam pembelajaran kooperatif jenis Jigsaw siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang, heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas ketuntasan bagian bahan pelajaran yang mesti dipelajari dan menyampaikan bahan tersebut kepada anggota kelompok asal.

Metode Jigsaw dikembangkan dan diuji oleh Elliot Aronson dan rekan-rekan sejawatnya (Arends, 2008: 13). Dalam metode Jigsaw para siswa dari suatu kelas dikelompokkan menjadi beberapa tim belajar yang beranggotakan 5 atau 6 orang secara heterogen. Guru memberikan bahan ajar dalam bentuk teks kepada setiap kelompok dan setiap siswa dalam satu kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari satu porsi materinya. Para anggota dari tim-tim yang berbeda tetapi membahas topik yang sama bertemu untuk belajar dan saling membantu dalam mempelajari topic tersebut. Kelompok semacam ini dalam metode Jigsaw disebut kelompok ahli (expert group).

Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Para anggota dari kelompok-kelompok yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (kelompok ahli) saling membantu satu sama lain tentang topik pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.


SINTAKMATIK :
1)    Fase ke-1: Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok belajar. Setiap kelompok beranggotakan 5 – 6 orang siswa.
2)    Fase ke-2: Guru memberikan materi ajar dalam bentuk teks yang telah terbagi menjadi beberapa sub materi untuk dipelajari secara khusus oleh setiap anggota kelompok.
3)    Fase ke-3: Semua kelompok mempelajari materi ajar yang telah diberikan oleh guru.
4)    Fase ke-4: Kelompok ahli bertemu dan membahas topik materi yang menjadi tanggung jawabnya.
5)    Fase ke-5: Anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal masing-masing (home teams) untuk membantu kelompoknya.
6)    Fase ke-6: Guru mengevaluasi hasil belajar siswa secara individual.

KELEBIHAN :
1)    Memacu siswa untuk lebih aktif, kreatif serta bertanggungjawab terhadap proses belajarnya.
2)    Mendorong siswa untuk berfikir kritis
3)    Memberi kesempatan setiap siswa untuk menerapkan ide yang dimiliki untuk menjelaskan materi yang dipelajari kepada siswa lain dalam kelompok tersebut.
4)    Diskusi tidak didominasi oleh siswa tertentu saja tetapi semua siswa dituntut untuk menjadi aktif dalam diskusi tersebut.

KEKURANGAN :
1)    Prinsip utama pola pembelajaran ini adalah ‘peer teaching” pembelajaran oleh teman sendiri, akan menjadi kendala karena perbedaan persepsi dalam memahami suatu konsep yang akan didiskusikan bersama dengan siswa lain.
2)    Dirasa sulit meyakinkan siswa untuk mampu berdiskusi menyampaikan materi pada teman, jika siswa tidak memiliki rasa kepercayaan diri.
3)    Rekod siswa tentang nilai, kepribadian, perhatian siswa harus sudah dimiliki oleh pendidik dan ini biasanya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengenali tipe-tipe siswa dalam kelompok tersebut.
4)    Awal penggunaan metode ini biasanya sulit dikendalikan, biasanya membutuhkan waktu yang cukup dan persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik.
Read more ... »
Posted by INDAH SHALIE at 10:35 PM 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to Facebook
Labels: ipm, uas

About Me :)

  • INDAH SHALIE
  • Indah Shalie

Contact Me ~

Followers

Follow Me, thanks :)

Tweets by @indahshalie

Kunjungi mereka juga yaa :)

  • Diary Lily Putih
    The Wedding Day
    3 years ago
  • Lompat. Lompat. Lompat.
    Gimana rasanya mendarat di bulan?
    10 years ago
  • All about korean drama : Queen Bee
    Header for everyone
    10 years ago
  • Tutorial Bina Blog
    Freebies Muslimah
    13 years ago
  • Coco's blog
    RPP
    14 years ago
Penguin Grumpy Mad Kawaii
Back to top

Search This Blog

Total Pageviews

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  May (1)
      • Yaudahsihyaa~
  • ►  2019 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  December (5)
  • ►  2017 (3)
    • ►  April (3)
  • ►  2016 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (9)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2014 (12)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
  • ►  2013 (17)
    • ►  October (4)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
    • ►  January (7)
  • ►  2012 (32)
    • ►  October (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (5)
    • ►  January (15)
  • ►  2011 (34)
    • ►  December (6)
    • ►  September (10)
    • ►  July (1)
    • ►  June (4)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2010 (48)
    • ►  December (3)
    • ►  November (6)
    • ►  October (5)
    • ►  September (5)
    • ►  August (7)
    • ►  July (22)

Labels

abaikan about me ASAL be strong bego criss dancing HAHA happy hurahura hurt icip ipm iseng kodok tuing tuing komputasi KULIAH lyric MUAH PPM random RPP SAD sarap smile spm traveling uas yeyeye

Popular Posts :)

  • RPP JIGSAW
    RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan        :    Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran               :     Matematika ...
  • BEKAL MOS ADE GUE ! hha :DD
    Senin . hari petama : . Bekal makanan bebas => nasi bebas . . Air bening => air mineral :) . Wafer Mesir => chocolatos ! geje tu...
Powered by Blogger.